JANGAN TAKUT MATI


Tiap-tiap yang berjiwa akan
merasakan mati,kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai
cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada kamilah kamu akan kembali (Qs.
Al anbiya : 35)


Tema kematian akan selalu menarik untuk di bicarakan dan di tulis, perasaan takut mati sepertinya masih menghantui hati sebagian orang.
Ketakutan itu bukan tanpa alasan, bayangkan, semua kenikmatan dunia akan kita tinggalkan begitu saja. Setelah itu badan kita akan membusuk dan yang tersisa hanya tulang belulang yang kemudian juga hancur.

 

Dalam pemahaman mayoritas umat masyarakat, kematian merupakan suatu yang mengerikandan bercorak horror. Karena itu mereka menyikapi kematian dengan sikap penolakan. Mereka menjadi takut mati, kematian tampaknya
merupakan peristiwa yang sangat tidak di inginkan oleh banyak orang

 

Paradigma dan sikap seperti ini timbul karena buku-buku dan informasi yang disampaikan oleh para juru dakwah cenderung menonjolkan aspek hukuman disbanding aspek ganjaran. Lebih mengedepankan azab dan siksa dari tuhan daripada tuhan yang maha pengasih dan maha pengampun.

 

Dalam Alquran di jelaska bahwa ada hamba-hamba alloh yang tidak takut mati, melainkan rindu, ruh ruh mereka merindukan kehidupan abadi dan kesenangan hakiki. Diantaranya adalah nabi Yusuf yang dalam Al Quran surat yusuf ayat 101

“ hai tuhan yang menciptakan langit dan bumi, engakulah penjagaku di dunia dan di
akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim, dan hubungkanlaha kau dengan orang-orang yang saleh”

 

Mati sebenarnya adalah realisasi puncak kerinduan anak manusia untuk kemnbali ke asalnya. Selain itu seorang tokoh terhormat dari Turki, M. Fethullah gullen mengatakan

“ semua manusia mempunyai perasaan instrinsik akan keabadian, dan merasa terpenjara dalam tempat sempit dari dunia material dan merindukan keabadian. Kematian tak lebih dari pelepasan
tugas tugas duniawi yang berat, perubahan tempat tinggal, dan suatu perubahan jasad. Kematian adalah undangan ke awal dari kehidupan abadi”

 

Sekali lagi jangan takut mati,

Al-Quran menjelaskan bahwa kematian merupakan suatu yang pasti terjadi pada setiap mahkluk yang
bernyawa. Manusia tidak lain akan mengelak jika matian telah tiba. Kamatian merupakan gerbang menuju kehidupan yang abadi. Namun demikian Al quran juga menegaskan, bahwa kematian bukanlah peristiwa horror yang patut ditakuti, apalagi dihindari. Karena kematian merupakah hal yang indah dan seharusnya di rindukanoleh setiap muslim. Bukankah pertemuan dengan sang pencipta yang penuh kasih sayang dan pemaaf merupakan hal yang indah dan merupakan dambaan setiap jiwa?. Bukankah kita kadang selalu rindu untuk pulang ke kampung halaman?.

 

Tidak takut mati bukan berarti memohon kepada tuhan agar segera dicabut nyawa kita. Tidak takut mati adalah tuntunan agama, karena manusia tidak boleh menentang hokum tuhan. Kematian adalah sunatulloh. Jika rasa takut manusia akan kematian dikarenakan dosa dan kesalahan, maka sebaiknya segera memperbaiki diri, kembali kejalan tuhan dan menjalankan hidup sesuai dengan aturan tuhanNya.

 

Banyak diantara kita yang merasa takut dan khawatir dengan yang namanya kematian, ketakutan manusia terhadap kematian umumnya terjadi karena dua hal yaitu karena kurang atau tidak adanya pengetahuan kematian dan dosa atau kesalahan yang sudah bertumpuk.

 

Bila setiap manusia merindukan kematian sendiri seperti diuraikan di atas, maka mereka tidak menyianyiakan hidup. Manusia itu akanmenjalani hidup dengan penuh makna, bekerja dengan prodduktif, namun tanpa kecintaan dunia yang berlebihan. Hal ihn berarti akan mendukung terciptanya kebaikan di masyarakat.

umatku yang cerdas adalah yang banyak ingat akan mati lalu mempersiapkan hidup setelah
mati”

 

Kematian bukanlah kemusnahan. Kematian merupakan pertemuan dengan tuhan yang maha pengampun. Melalui pinti kematian, tuhan ingin memberi nikmat yang lebih besar.

 

Begitulah suratan takdir manusia dari tanah kembali ke tanah, semuanya akan berlangsung begitu singkat, tak ada ke abadian di dunia ini, tetapi selalu saja manusia yang serakah menginginkan keabadian.

Wallohu A’lam.

 

3 Tanggapan

  1. Penulisan karya ini sungguh bagus sekali.

  2. ya ALLAH.. hamba belum sanggup untuk segera menghadapMu.. hamba mah seseorang yg brlumuran dosa.. ampuni hamba..ampuni hamba……………..

  3. allah ampuni aku……………………………………………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: