Berharap runtuhnya hukum ALLOH

Sungguh penulis tidak mengharapkan tegaknya hokum alloh atas diri ini, karena bila terjadi alloh menegakkan hukumnya dan berlaku adil atas amal yang saya lakukan niscaya tak ada lain nerakalah tempat sebaik baiknya sebagai balasan atas perbuatanku di dunia

Seorang teman pernah menyangkal dan membodohkan pernyataan ini dengan berbagai argumen bahwa ibadah yang kita lakukan akan membawa kita pada surganya dengan pahala sebagai hitungannya
Dia lalu menjelaskan tentang ibadah sholat puasa dan lain lain dan tak lupa dengan hitungan berapa banyak pahala apalagi bila itu kita kerjakan pada malam lailatul qadaar yang lebih baik dari 1000 bulan

Nah sebelum kita membahas jumlah pahala yang kita dapat dari hasil semua ibadah, marilah kembali kita kaji dan teliti bahwa sholatlah yang menjadi tolok ukur di terimanya ibadah, banyak dalil yang menjelaskan mulai dari sholat adalah tiang agama, sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar lalu sholat adalah media terbaik mengingat alloh hingga sholat adalah yang di periksa pertama kali
Dari sini mari kita Tanya hati kita

Benarkah kita telah menegakkan tiang agama itu atau justru sekedar melaksanakan sholat, lalu sudahkan kita pahami makna tiap geraka dan bacaan dalam sholat itu sendiri, tentunya alloh yang maha tahu tidak sembarangan mencipatakan ruku sujud duduk diantara dua sujud dan lain lain dengan jumlah masing masing
Kalo belum berarti shloat kita belum benar

Benarkah kita telah menjadi orang yang bebas dari perbuatan keji (berlaku jahat pada sesame mahluk) dan munkar (berlaku jahat pada sang kholik)
Masihkan kita mau korupsi walau itu cuma korupsi waktu dengan datang ke kantor telat atau pulang awal, menyiksa hewan dan tumbuhan tanpa sebab, masihkan meminta pada selain alloh?
Kalo masih berarti kita masih belum benar dalam sholat

Dan bisakah kita hanya menghadirkan wajah tuhan dalam sholat kita, tidak ingat akan hutang atau pekerjaan bahkan lupa akan permintaan kita pada alloh
Kalo belum bias berarti sholat kita juga belum benar

Lalu sholat yang penuh dengan kekurangan dan cacat itu, tidak malukah kita kalo mau meminta pahala sebagai imbalannya, masihkan kita akan menghitung hitung pahala pada alloh. Dan bagaimana jadinya bila sholat kita tidak di terima? Bagaimana dengan ibadah yang lain? Tentu tidak akan di hitung juga

Sunguh penulis hanya berharap akan kasih sayang alloh bukan keadilan atau tegaknya hokum alloh,

Maka sering terucap dalam doa
Ya alloh
sesunguhnya KAU larang kami untuk menolak peminta-minta, dan aku berusaha untuk tak menolaknya
Dan kini hamba adalah peminta minta di hadapanMU, maka jangan KAU tolak permintaanku ya alloh

Ya alloh,
sesungguhnya KAU perintakan kami untuk memaafkan saudara kami, dan aku berjuang untuk itu
Dan aku adalah hamba yang banyak salah, maka ampuni kami ya alloh

Ya alloh sesungguhnya kasih sayangMU yang aku mohon, dan bukan hukumMU
Maka kutekadkan dalam hidup untuk mengasihi dan tidak menghukum saudara kami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: