TUJUAN MANUSIA KETIKA HIDUP



“ Dan aku tidak mencipatakan jin dam manusia melainkan supaya mereka
menyembahKu.aku tidak menghendaki rizki
sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka membari aku
makan. Sesungguhnya alloh dialah maha pemberi rizki yang mempunyai kekuatan
lagi sangat koko”

Konteks ayat diatas sangat jelas. Aloh SWT mencipatakan manusaia dan mahkluk lainya supaya mereka menyembah dan taat beribadah kepadanya. Yakni alloh yang maha agung dan maha segala galanya. tetapi banyak yang tidak sadar bahwa dirinya sebagai hamaba mereka harus taat dan akan kemballi kepadanya.

Mari kita saling mengingatkan dan mengajak yang baik supaya tidak termasuk orang orang yang ingkar kepada Alloh SWT, jadi hamba-hamba yang berbakti.yang dimaksud dengan menyembah Alloh dalam arti yang sangat luas yaitu
melaksanakan semua perintah Alloh semampuya dan menjahui larangan Alloh semuanya inilahyang disebut menghamba atau mengabdi (istilah agama islam beribadah).

Sesunggguhnya tujuan diciptakanya manusia adalah untuk beribadah kepada Alloh tuham penguasa alam, pernyataan dalam ayat di atas, bahwa manusia diciptakan untuk beribadah langsung di sambung dengan ayat berikutnyayang merupakan penolakan terhadap rizki dari manusia. Melalui kedua ayat tersebut, seakan akan dikatakan “yang aku perintahkan adalah beribadah bukan mencari rizqi”. Dalam surat thaha ayat 132 dikatakan “kami tidak meminta rizqi kepadamu, kamilah yang memberi rizqi kepadamu”.. jika direnungkan ayat 57 dari surat adzariat tersebut merupakan ungkapan yang tepat sebagai sindiran bagi umumnya manusia.

Begitu banyaknya manusia yang bersusah payah , bekerja keras membanting tulang dari pagi hingga malam hanya untuk mendapatkansesuap nasi padahal pekerjaan itubanyak meninggalkan kewajiban-kewajiban yang lain. Ketika
dikatakan begitu mereka berdalih ”ini untuk menghidupi anak istri….. bukanya
yang demikian juga termasuk ibadah?

Jawaban tersebut sepintas lalu memang benar dan tepat, tetapi ada hal hal yang peru di pahami sebagai berikut: Alloh SWT telah memerintahkan kepada manusia beberapa perkara yang menangung perkara yang lain. Apa yang diperintahkan seperti shalat, puas, zakat, menolong sesame dan sebagainya adalah pekerjaan yang harus dilaksanakn sekuat kemampuanya mengerjakn yang demikian itu adalah ibadah. Adapaun hal-hal seperti rizqi, ajal, miskin, kaya, sakit, sehat, naik turunya kedudukan termasuk jodohdan sebagainya adalah sesuatu yang sudah menjadi tangungan alloh. Mencari yang demikian tidak diperintahkantetapi harus di yakini bahwa alloh akan memberikanya kepada orang orang yang dikehendaki-Nya. Bukan kepada orang orang yang kita kehendaki.

Betul yang dikatakan bahwa bekerja untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan anak istri termasuk dalam kategori ibadah. Cirri-ciri pekerjaan yang disebut ibadah adalah anatara lain:

  1. jika dikerjakan akan memnyebabkan bertambah dekatnya seseorang kepada alloh.
    Tanda-tandanya adalah tenang hatinya karena telah melaksanakan sesuatu yang disukai alloh. Adapaun hasilnya dipasrahkan kepada alloh dan dia bertawakal hanya kepadanya jika berhasil dia bersyukur dan jika tidak berhasil dia bersabar, introspeksi diri dan tidak menyalahkan orang lain
  2. pekerjaan tersebut secara langsung tidak menyebabkan suatu dosa baik dalam niat, tujuan, keyakinanucapan maupun dalam berinteraksi dengan sesame makhluk.
  3. pekerjaan tersebut menumbuhkan motivasi untuk melaksanakan amal yang lain sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada alloh.
  4. pekerjaan tersebut tidak mengurangi ata melalaikannya dari kewajiban kewajiban yang lainyang lebih penting

jika seseorang bekerja keras tak kenal waktu dalam mencari rizqi sehingga melalaikan dari mengerjakan perintah perintah allh, apakah dapat dikatakan ibadah?. Bukankah yang demikian akan menambah jauh dirinya dengan
alloh?. Inilah yang disebut mencari sesuatu yang sudah di jamin dengan meningalkan sesuatu yang justru  diperintahkan untuk dicari. Itulah sebabnya, Qs Adz dariyat ayat 56 dilanjutkan dengan sindiran terhadap orang orang yang bekerja keras mencari rizqi, sehingga menyebabkan lalai dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban agama.

Orang ya lali jika tidak segera sadarakan semakin terperosok ke dalam jurang kelalaian. Secara perlahan tapi pasti , tanpa terasa imanya akan semakin berkurang, ketika mencapai kondisi yang sangat membahayakanketika bergelimpangan materi kemewahan dunia barulah dia tersentak sadar ”mengapa begini? Apa yang terjadi ?, kemana keimananku yang dulu?”.

Secara naluri, manusia memunya ketertarikan yang kuat terhadap perhiasan-perhiasan. Yang demikian merupakan sesuatu yang dicari, bahkan menjadi tujuan hidup bagi kebayakan manusia didunia ini. Oleh karena itu alloh langsung memperingatkan kita pada akhir ayat tersebut ”…dan disisi allohlah tempat kembali yang baik(surga)”. Pada ayat
lain juga disebutkan” dan janganlah kamu tunjukan kedua matamu kepada apa yang kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupadunia untuk kami cobia mereka denganNya, dan
karunia tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal”

Ketika hati merasa kecewa mendengar larangan untuk menunjukan pandangan kepada perhiasan-perhiasan terebut Alloh langsung menghibur kita dengan janjinya “ karunia tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal”

Semoga saja tulisan singkat inidapat bermanfaat bagi penulis untuk bisa menata hati dalam mencari tujuan hidup, dan semoga bisa menjadi bahan untuk menambah wawasan serta pengingat diri untuk menambah ketaatan kita kepada Alloh SWT, Amin

yoga

artikel sebelumnya cara membuat ringan beribadah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: